case 2: Another Crack Tooth with C-Shape canal

Assalamualaikum Wr.Wb..

Suatu saat saya kedatangan pasien yang menurut saya sudah cukup senior dengan membawa surat rujukan dari dokter gigi sebelumnya.

Pasien mengatakan sesuatu yang membuat saya sedikit terkejut yaitu:

pasien : “dok saya disuruh dokter gigi si “anu” untuk ketemu dokter furqan karena cuma dokter yang bisa menyelamatkan gigi saya,,,….

buru2 saya jawab: “astagfirullah pak, mungkin bapak dateng ke orang yang salah. Saya ga pernah tau apa saya bisa menyelamatkan gigi bapak atau tidak yang saya tau tapi jika saya coba mungkin berhasil atau mungkin superrrr gagal…..(sambil melihat si bapak dengan anggukannya 🙂 ) Gini aja pak, jika bapak berkenan yuk kita liat kondisinya.  Bisa kita selamatkan atau tidak tergantung pemeriksaan saya nanti ya pak, yang pasti bapak bisa mengerti kegagalan perawatan mungkin saja terjadi.

pasien: Ok dok dengan senyuman manis si bapak menyetujui apa yang saya katakan 🙂 .

m-furqan

Gigi 37 secara klinis tampak adanya retakan halus pada sisi mesial, dan pada bagian oklusal gigi  sudah di open bur oleh dokter gigi sebelumnya lalu di tutup sementara dan di rujuk ke saya. Gigi terasa sakit dan tidak nyaman saat dipakai mengunyah.

dengan bantuan lightcure dari arah bukal tampak ada sedikit batas halus namun tidak terlalu tampak dengan jelas. Foto x-ray pun menampilkan ada sedikit radiolusensi di daerah distal. Perkusi dan palpasi positip diagnosa sementara, periodontitis apikalis kronis e.c crack tooth.

setelah diagnosa di tegakkan kavitas yang sudah dilakukan open bur oleh dokter gigi sebelumnya saya isi menggunakan GIC. (ga rapih… ga ada masalah kan mau di preparasi) lalu dibuatkan molding setelah GIC mengeras, menggunakan double impression. oiya karena gigi ini vital jadi saya anastesi dulu.

mfurqan3

gigi dipreparasi seakan-akan dibuatkan crown

mfurqan7

o iya cara lain untuk melihat garis crack menggunakan betadine dengan permukaan gigi yang dikeringkan.

mfurqan6

menggunakan crown sementara dari Protemp 3M terbentuk kembali gigi secara utuh (ga rapih..tenang nanti kan mau dipreparasi lagi….). Target utama tindakan ini adalah mencegah terjadinya wedging effect yang memperparah terjadinya crack.

mfurqan5

setelah reduksi oklusal, gigi tersebut di isolasi menggunakan rubber dam dan tidak disangka ternyata gigi tersebut mengalami konfigurasi C-shaped canal (hmmm……)

finalisasi preparasi menggunakan protaper x2 dan mengkonfirmasi panjang kerja menggunakan apex locator.(tentunya irigasi NaOCl 5.25% antara pergantian file)

drgmfurqanspkg-c-shape-crack-tooth13

menggunakan mta siler based tampak hasil pengisian

drgmfurqanspkg-c-shape-crack-tooth15

kontrol 1 bulan perkusi palpasi negatif dan menunggu hasil evaluasi 6 bulan for a new crown.

thank you any comment and question please write down see you for next story…

Unknown's avatar

About Perawatan Saluran Akar Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi

seorang dokter gigi spesialis konservasi gigi yang sangat mencintai pekerjaan dan keluarganya, yang terus berusaha memperbaiki diri dalam segala hal..amiin
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to case 2: Another Crack Tooth with C-Shape canal

  1. Gina Lasiasari's avatar Gina Lasiasari says:

    Alhamdulillaaah….. ikut lega …. giginya ga dicabut …. betul …. gigi Bapa pasien di Selamat kan 👍🏼👍🏼👍🏼

    Like

Leave a comment