case no 8: short movie perawatan saluran akar by drg. M. Furqan SpK (spesialis konservasi gigi) bukan perawatan saraf gigi

Perawatan saluran akar adalah salah satu perawatan yang berfungsi untuk menghilangkan atau memberhentikan sumber infeksi yang berkembang biak. Sering kali perawatan ini di sebut dengan perawatan saraf atau perawatan syaraf gigi, penggunaan nomenklatur ini dirasa kurang tepat. Tujuan lain dari perawatan saluran akar selain menghilangkan infeksi, perawatan saluran akar bertujuan mempertahankan gigi semaksimal mungkin didalam rongga mulut. Root Canal Treatment or Root Canal Therapy are The process of removing an infected, inflamed, or necrotic pulp and filling the residual space with an inert material. Access must first be gained to the pulp chamber and root canal system; the pulp canals are then measured and the pulp tissue and any infected material removed; the canals are then shaped, irrigated, and cleaned of debris; the root canals are obturated with a root filling material such as gutta-percha and a sealant, and finally a coronal seal placed to prevent bacteria from the mouth entering the root canal system. thank you for eighteeth dental and revoden asia using fast fill and fast pack to fiilling a root canals for more info you can visit my instagram https://www.instagram.com/furqan_rizal/ or contact my clinic +6281219972701

Posted in Uncategorized | Leave a comment

case no 7: Confluent Distal Canal Root Canal Treatment Perawatan Saluran Akar by drg m furqan SpKG

Perawatan saluran akar adalah salah satu perawatan yang berfungsi untuk menghilangkan atau memberhentikan sumber infeksi yang berkembang biak. Sering kali perawatan ini di sebut dengan perawatan saraf atau perawatan syaraf gigi, penggunaan nomenklatur ini dirasa kurang tepat. Tujuan lain dari perawatan saluran akar selain menghilangkan infeksi, perawatan saluran akar bertujuan mempertahankan gigi semaksimal mungkin didalam rongga mulut. Root Canal Treatment or Root Canal Therapy are The process of removing an infected, inflamed, or necrotic pulp and filling the residual space with an inert material. Access must first be gained to the pulp chamber and root canal system; the pulp canals are then measured and the pulp tissue and any infected material removed; the canals are then shaped, irrigated, and cleaned of debris; the root canals are obturated with a root filling material such as gutta-percha and a sealant, and finally a coronal seal placed to prevent bacteria from the mouth entering the root canal system. thank you for eighteeth dental and revoden asia using fast fill and fast pack to fiilling a root canals for more info you can visit my instagram https://www.instagram.com/furqan_rizal/ or contact my clinic +6281219972701

Posted in Uncategorized | Leave a comment

LAPORAN KASUS 6 – Gigi 36 abses apikalis kronis

            Pasien pria 19 tahun datang dengan keluhan gigi kiri bawah sakit dan sudah pernah dilakukuan penambalan.

            Pada pemeriksaan klinis tampak karies sudah mencapai pulpa dengan di tandai dengan karies yang meluas. Perkusi positip dan tampak adanya peradangan pada daerah bukal.

            Pemeriksaan radiografis menandakan adanya lesi pada daerah apikal terutama pada akar distal. Ligamen periodontal terlihat adanya penebalan sebagai konfirmasi adanya infeksi pada gigi tersebut.

Pasien disarankan melakukan perawatan saluran akar yang di akhiri dengan penambalan gigi menggunakan komposit. Setelah melakukan informed concent dengan penjelasan resiko dan teknik yang akan di lakukan pasien menyetujui untuk melakukan perawatan saluran akar. Pada perawatan ini rubber dam menjadi suatu mandatori sebagaimana umumnya dalam melakukan perawatan saluran akar lainya.

Setelah melakukan anastesi, rubber dam di tempatkan pada gigi yang akan dilakukan perawatan saluran akar. Langkah pertama sebelum memulai perawatan saluran akar adalah menghilangkan karies pada kavitas gigi yang terinfeksi. Sesudah karies hilang tampak orifis sempit dan membutuhkan pelebaran dengan menggunakan orifis opener.

Preparasi saluran akar di awali dengan k-file 08 dan dengan file niti rotary sampai dengan ukura 25/04. Irigasi menggunakan NaOCl 5.5% diakhiri dengan EDTA 17 % dan di bilas dengan cairan saline. Dibawah mikroskop dental saluran akar terlihat bersih dan siap dilakukan pengisian saluran akar menggunakan vertical warm condentation dengan siler Bioceramic Sealer.

Gigi ditumpat dengan mengunakan resin komposit sebagai long term temporary yang dievaluasi berjangka. Pada x-ray terakakhir pengisian tampak secara 3 dimensi dengan kerapatan tepi yang baik.

FYI: Perawatan saluran akar adalah salah satu perawatan yang berfungsi untuk menghilangkan atau memberhentikan sumber infeksi yang berkembang biak. Sering kali perawatan ini di sebut dengan perawatan saraf atau perawatan syaraf gigi, penggunaan nomenklatur ini dirasa kurang tepat. Tujuan lain dari perawatan saluran akar selain menghilangkan infeksi, perawatan saluran akar bertujuan mempertahankan gigi semaksimal mungkin didalam rongga mulut. Root Canal Treatment or Root Canal Therapy are The process of removing an infected, inflamed, or necrotic pulp and filling the residual space with an inert material. Access must first be gained to the pulp chamber and root canal system; the pulp canals are then measured and the pulp tissue and any infected material removed; the canals are then shaped, irrigated, and cleaned of debris; the root canals are obturated with a root filling material such as gutta-percha and a sealant, and finally a coronal seal placed to prevent bacteria from the mouth entering the root canal system. thank you for eighteeth dental and revoden asia using fast fill and fast pack to fiilling a root canals dokter gigi terdekat spesialis konservasi gigi spesialis konservasi gigi tangerang for more info you can visit my instagram https://www.instagram.com/furqan_rizal/ 

subscribe to my youtube channel https://www.youtube.com/channel/UCd8SbjxBaYjpun7HtwGXgZg contact my clinic wa.me/6281219972701 perawatan saluran akar bukan perawatan syaraf gigi dokter gigi spesialis konservasi

Posted in Uncategorized | Leave a comment

LAPORAN KASUS 5- Gigi 36 abses apikalis kronis e.c perawatan tidak sempurna oleh karena jarum patah.

            Pasien Wanita 30 tahun mengeluhkan sakit pada gigi yang sudah pernah di lakukan perawatan saluran akar, gigi tersebut bengkak meskipun sudah dilakukan perawatan

            Pada pemeriksaan klinik tampak adanya peradangan di sekitar gigi yang diakui pernah di lalukan perawatan saluran akar. Setelah melakukan x ray tampak ada jarum file pada sisi akar mesial baik di mesio bukal maupun di mesio lingual.

Pasien disarankan untuk melakukan perawatan ulang dengan mengusahakan membuang file yang patah. Setelah melakukan informed concent dengan penjelasan resiko dan teknik yang akan di lakukan pasien menyetujui untuk melakukan perawatan saluran akar ulang. Pada perawatan ini rubber dam menjadi suatu mandatori sebagaimana umumnya dalam melakukan perawatan saluran akar.

Setelah melakukan anastesi dan penempatan rubber dam pada gigi yang akan di lakukan perawatan saluran akar. Dibawah mikroskop dilakukan usaha untuk melakuan bypass yang sebelumnya di lakukan pelebaran menggunakan tip ultrasonic sampai daerah yang akan di bypass. Akses menuju arah file yang patah di perbesasar menggunakan bantuan ultrasonic tip dan mulai dilakukan usaha untuk bypass, pada beberapa kali usaha bypass dinilai gagal karena sempitnya saluran akar. Ultrasonic tip digunakan kembali dalam usaha memperlebar akses menuju daerah yang patah. Dengan gerakan sirkumferensial pada daerah file yang patah terlihat pergerakan jarum file yang patah dan berhasil dikeluarkan. Teknik yang sama pada saluran akar mesio lingual.

Setelah merapihkan dinding kamar pulpa yang pecah preparasi saluran akar di mulai dan di akhiri dengan menggunakan file 25/04. Irigasi menggunakan NaOCl 5.5 % dan EDTA 17 %. Aktivasi irigasi menggunakan ultrasonic dan setelah di nilai bersih, pengisian saluran akar menggunakan vertival warm condensation dengan siler Bioceramic Siler. Pada x-ray dan pemeriksaan klinis evaluasi 1 bulan perkusi negatif dan tidak tampak tanda2 peradangan.

FYI: Perawatan saluran akar adalah salah satu perawatan yang berfungsi untuk menghilangkan atau memberhentikan sumber infeksi yang berkembang biak. Sering kali perawatan ini di sebut dengan perawatan saraf atau perawatan syaraf gigi, penggunaan nomenklatur ini dirasa kurang tepat. Tujuan lain dari perawatan saluran akar selain menghilangkan infeksi, perawatan saluran akar bertujuan mempertahankan gigi semaksimal mungkin didalam rongga mulut. Root Canal Treatment or Root Canal Therapy are The process of removing an infected, inflamed, or necrotic pulp and filling the residual space with an inert material. Access must first be gained to the pulp chamber and root canal system; the pulp canals are then measured and the pulp tissue and any infected material removed; the canals are then shaped, irrigated, and cleaned of debris; the root canals are obturated with a root filling material such as gutta-percha and a sealant, and finally a coronal seal placed to prevent bacteria from the mouth entering the root canal system. thank you for eighteeth dental and revoden asia using fast fill and fast pack to fiilling a root canals dokter gigi terdekat spesialis konservasi gigi spesialis konservasi gigi tangerang for more info you can visit my instagram https://www.instagram.com/furqan_rizal/ 

subscribe to my youtube channel https://www.youtube.com/channel/UCd8SbjxBaYjpun7HtwGXgZg contact my clinic wa.me/6281219972701 perawatan saluran akar bukan perawatan syaraf gigi dokter gigi spesialis konservasi

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Case 4- Gigi 37 abses apikalis kronis e.c perawatan tidak sempurna oleh karena jarum patah.

            Pasien Wanita usia 31 tahun datang dengan keluhan pernah di lakukan perawatan saluran akar namun masih mererasakan keluhan sakit hebat.

            Pada pemeriksaan klinis tampak tanda-tanda peradangan berupa bengkak di bukal tertama vestibulum rahag bawah.

            Pemeriksaan radiografis memperlihatkan pengisian saluran akar yang tidak sempurna dan tampak diduga ada jarum patah sekitar 4 mm di derah akar gigi mesial. Posisi patahan di bagian medial dari panjanga saluran akar.

Sebelum memulai perawatan pasien di berikan informed concent dan penjelasan resiko dan teknik dalam perawatan saluran akar yang akan dilakukan. Rubber dam menjadi suatu mandatori sebagaimana umumnya dalam melakukan perawatan saluran akar.

Setelah melakukan anastesi dan penempatan rubber dam pada gigi yang akan di lakukan perawatan saluran akar. Dibawah mikroskop dilakukan usaha untuk melakuan bypass yang sebelumnya di lakukan pelebaran menggunakan tip ultrasonic sampai daerah yang akan di bypass. Precurve k file no 8 membantu mencari celah untuk dapat mengakses daerah bypass. Setelah dapat dilakukan bypass di lakukan, di bawah mikroskop mengevaluasi apakah file bisa di keluarkan, dengan bantuan ultrasonic tip ultra-x gold digerakan secara sirkumferential pada file yang patah. Setelah nampak ada pergerakan file diputuskan untuk mengeluarkan file dari saluran akar.

Setelah broken file keluar, preparasi di lanjutkan menggunakan file rotary sampai file 25/04, diselingi dari irigasi saluran akarn NaOCl 5.5 % dan EDTA 17%. Aktivasi irigasi saluran akar juga menggunakan ultrasonic tip sampai dinding saluran akar tampak bersih.

Pada hari yang sama pengisian saluran akar dilakukan menggunakan vertival warm condensation dengan menggunakan siler BC-Siler. X ray terakhir dilalukan untuk mengevaluasi pengisian saluran akar. Pasien di instruksikan untuk meminum obat penghilang sakit selama 3 hari kedepan.

FYI: Perawatan saluran akar adalah salah satu perawatan yang berfungsi untuk menghilangkan atau memberhentikan sumber infeksi yang berkembang biak. Sering kali perawatan ini di sebut dengan perawatan saraf atau perawatan syaraf gigi, penggunaan nomenklatur ini dirasa kurang tepat. Tujuan lain dari perawatan saluran akar selain menghilangkan infeksi, perawatan saluran akar bertujuan mempertahankan gigi semaksimal mungkin didalam rongga mulut. Root Canal Treatment or Root Canal Therapy are The process of removing an infected, inflamed, or necrotic pulp and filling the residual space with an inert material. Access must first be gained to the pulp chamber and root canal system; the pulp canals are then measured and the pulp tissue and any infected material removed; the canals are then shaped, irrigated, and cleaned of debris; the root canals are obturated with a root filling material such as gutta-percha and a sealant, and finally a coronal seal placed to prevent bacteria from the mouth entering the root canal system. thank you for eighteeth dental and revoden asia using fast fill and fast pack to fiilling a root canals dokter gigi terdekat spesialis konservasi gigi spesialis konservasi gigi tangerang for more info you can visit my instagram https://www.instagram.com/furqan_rizal/ https://www.youtube.com/channel/UCd8SbjxBaYjpun7HtwGXgZg contact my clinic wa.me/6281219972701 perawatan saluran akar bukan perawatan syaraf gigi dokter gigi spesialis konservasi

Posted in Uncategorized | Leave a comment

case 3 : Gigi 35- abses apikalis kronis e.c perawatan tidak sempurna oleh karena jarum patah

Pasien wanita 47 tahun, seorang spesialis konservasi gigi dengan keluhan sakit gigi no 35. Gigi tersebut telah dilakukan perawatan oleh teman sejawatnya yang juga merupakan spesialis konservasi gigi. Menurut pengakuan beliau dalam perjalanan perawatannya jarum file patah pada setengah saluran akar, hal tersebut juga diakui oleh teman sejawat.

Pada pemeriksan klinis intra oral tampak tanda peradangan abses pada bagian bukal, dan pasien mengeluhkan sakit yang luar biasa pada derah peradangan tersebut. Pada pemeriksaan perkusi positip yang menandakan adanya infeksi pada jaringan periodontal terutama pada apikal.

Pemeriksaan radiograf gigi 35 terlihat patahan file sepanjang 5 mm di daerah setengah saluran akar.

Sebelum memulai perawatan pasien di berikan informed concent dan penjelasan resiko dan teknik dalam perawatan saluran akar yang akan dilakukan. Rubber dam menjadi suatu mandatori sebagaimana umumnya dalam melakukan perawatan saluran akar.

            Setelah melakukan anastesi penempatan rubber dam pada gigi yang akan di lakukan perawatan saluran akar. Usaha pertama adalah melakukan bypass mnggunakan k-file no 08 dengan gerakan watch winding, pada tahapan awal file dapat menembus sampai ujung apical, hal ini di konfirmasi menggunakam x-ray. Dalam penglihatan menggunakan mikroskop tampak ada ruang yang memungkinkan file dilakukan removal.

            Menggunakan ultrasonic scaler dan tip file ultra-x gold, tip ultrasonic digerakan secara sircumferensial disekitar jarum yang patah dibawah mikroskop dental, dengan perlahan tampak pergerakan file patah dan berhasil di lakukan removal.

            Setelah removal file dari saluran akar, lalu saluran akar gigi dipreparasi sampai 25/04 dengan irigasi NaOCL 5%, diaktivasi dan dilakuan pengisian menggunakan warm vertical condensation menggunakan siler Bioceramic Sealer

            Tampak pengisian saluran akar secara 3 dimesi dan hermetis diharapkan dapat menghilangkan sumber infeksi.

FYI: Perawatan saluran akar adalah salah satu perawatan yang berfungsi untuk menghilangkan atau memberhentikan sumber infeksi yang berkembang biak. Sering kali perawatan ini di sebut dengan perawatan saraf atau perawatan syaraf gigi, penggunaan nomenklatur ini dirasa kurang tepat. Tujuan lain dari perawatan saluran akar selain menghilangkan infeksi, perawatan saluran akar bertujuan mempertahankan gigi semaksimal mungkin didalam rongga mulut. Root Canal Treatment or Root Canal Therapy are The process of removing an infected, inflamed, or necrotic pulp and filling the residual space with an inert material. Access must first be gained to the pulp chamber and root canal system; the pulp canals are then measured and the pulp tissue and any infected material removed; the canals are then shaped, irrigated, and cleaned of debris; the root canals are obturated with a root filling material such as gutta-percha and a sealant, and finally a coronal seal placed to prevent bacteria from the mouth entering the root canal system. thank you for eighteeth dental and revoden asia using fast fill and fast pack to fiilling a root canals dokter gigi terdekat spesialis konservasi gigi spesialis konservasi gigi tangerang for more info you can visit my instagram https://www.instagram.com/furqan_rizal/ https://www.youtube.com/channel/UCd8SbjxBaYjpun7HtwGXgZg contact my clinic wa.me/6281219972701 perawatan saluran akar bukan perawatan syaraf gigi dokter gigi spesialis konservasi

Posted in Uncategorized | Leave a comment

case 2: Another Crack Tooth with C-Shape canal

Assalamualaikum Wr.Wb..

Suatu saat saya kedatangan pasien yang menurut saya sudah cukup senior dengan membawa surat rujukan dari dokter gigi sebelumnya.

Pasien mengatakan sesuatu yang membuat saya sedikit terkejut yaitu:

pasien : “dok saya disuruh dokter gigi si “anu” untuk ketemu dokter furqan karena cuma dokter yang bisa menyelamatkan gigi saya,,,….

buru2 saya jawab: “astagfirullah pak, mungkin bapak dateng ke orang yang salah. Saya ga pernah tau apa saya bisa menyelamatkan gigi bapak atau tidak yang saya tau tapi jika saya coba mungkin berhasil atau mungkin superrrr gagal…..(sambil melihat si bapak dengan anggukannya 🙂 ) Gini aja pak, jika bapak berkenan yuk kita liat kondisinya.  Bisa kita selamatkan atau tidak tergantung pemeriksaan saya nanti ya pak, yang pasti bapak bisa mengerti kegagalan perawatan mungkin saja terjadi.

pasien: Ok dok dengan senyuman manis si bapak menyetujui apa yang saya katakan 🙂 .

m-furqan

Gigi 37 secara klinis tampak adanya retakan halus pada sisi mesial, dan pada bagian oklusal gigi  sudah di open bur oleh dokter gigi sebelumnya lalu di tutup sementara dan di rujuk ke saya. Gigi terasa sakit dan tidak nyaman saat dipakai mengunyah.

dengan bantuan lightcure dari arah bukal tampak ada sedikit batas halus namun tidak terlalu tampak dengan jelas. Foto x-ray pun menampilkan ada sedikit radiolusensi di daerah distal. Perkusi dan palpasi positip diagnosa sementara, periodontitis apikalis kronis e.c crack tooth.

setelah diagnosa di tegakkan kavitas yang sudah dilakukan open bur oleh dokter gigi sebelumnya saya isi menggunakan GIC. (ga rapih… ga ada masalah kan mau di preparasi) lalu dibuatkan molding setelah GIC mengeras, menggunakan double impression. oiya karena gigi ini vital jadi saya anastesi dulu.

mfurqan3

gigi dipreparasi seakan-akan dibuatkan crown

mfurqan7

o iya cara lain untuk melihat garis crack menggunakan betadine dengan permukaan gigi yang dikeringkan.

mfurqan6

menggunakan crown sementara dari Protemp 3M terbentuk kembali gigi secara utuh (ga rapih..tenang nanti kan mau dipreparasi lagi….). Target utama tindakan ini adalah mencegah terjadinya wedging effect yang memperparah terjadinya crack.

mfurqan5

setelah reduksi oklusal, gigi tersebut di isolasi menggunakan rubber dam dan tidak disangka ternyata gigi tersebut mengalami konfigurasi C-shaped canal (hmmm……)

finalisasi preparasi menggunakan protaper x2 dan mengkonfirmasi panjang kerja menggunakan apex locator.(tentunya irigasi NaOCl 5.25% antara pergantian file)

drgmfurqanspkg-c-shape-crack-tooth13

menggunakan mta siler based tampak hasil pengisian

drgmfurqanspkg-c-shape-crack-tooth15

kontrol 1 bulan perkusi palpasi negatif dan menunggu hasil evaluasi 6 bulan for a new crown.

thank you any comment and question please write down see you for next story…

Posted in Uncategorized | 2 Comments

PILOT post case 1 : cracked tooth

Assalamualaikum Wr wb..

Lebih dari satu dekade saya (drg. Muhammad Furqan Rizal,SpKG) berkecimpung dalam dunia kedokteran gigi ternyata yang paling susah adalah menulis, mengumpulkan dan mendokumentasi kerjaan, namun terpicu oleh kedua sahabat saya drg. Rio Suryantoro, Sp.KG dalam webnya www.ceritapasienrio.com www.sekilaskonservasi.com dan webnya drg. Rinto Abimanyu, Sp.KG www.doktergigirinto.com akhirnya saya memutuskan untuk membuat konsep web yang sama.

Kasus yang sudah saya kumpulkan beberapa tahun ini memicu dan memaksa saya untuk menampilkan dalam website ini. Tujuan utama tidak lain hanya sebagai dokumentari saya pribadi yang boleh di lihat dan diintip oleh para teman khalayak ramai yang harus bisa disimpan dalam dunia maya selamanya.

NAMUN khusus untuk dokter gigi kita bisa diskusi dalam facebook yang sudah ada dan dikelola oleh saya dan dua teman saya di RUNFORWARD yang saat ini sudah lebih setidaknya ada 3000 dokter gigi dari Indonesia dan luar negeri. (saya ga mau kasih link biar para dokter gigi bisa search langsung di FB nya masing hehehe…)

Nah…. masuk kasus pertama, pasien datang dengan keluhan nyeri pada gigi atas kiri nya namun tidak nampak adanya ciri-ciri karies, bahkan beberapa dokter gigi sebelumnya tidak melihat ada yang bermasalah.. setelah pemeriksaan perkusi yang positip, pasien saya insntruksi untuk x-ray digital dari VistaScan dari DURR DENTAL tampak adanya penebalan lamina dura dan rongga abses yang terkonfirmasi dengan guttap untuk memastikan arah abses. Pasien selalu mengeluhkan sakit gigi yang menyerupai dengan pulpitis nah begini pemeriksaan klinisnya.

menggunakan light cure dari arah bukal atau lingual kita dapat melihat ada sinar yang terputus menandakan adanya crack pada gigi tersebut.

drg-m-furqan-sp-kg-crack-tooth-1-003

sesudah kita pastikan crack tooth maka yang paling utama adalah menyelamatkan posisi gigi jangan terjadi wedging effect yang akan mempengaruhi dari kondisi crack, setelah anastesi gigi langsung saya preparasi seakan-akan rencana pembuatan crown yang sebelumnya gigi tersebut dicetak menggunakan double immpresion untuk mendapatkan molding kondisi gigi awal.

 

setelah moliding siap, gigi langsung dipreparasi menyerupai preparasi crown, dengan bantuan crown sementara PROTEMP 4 from 3M dental.

 

pasang rubber dam dan buka akses saluran  akar seperti biasa,,preparasi menggunakan Protaper Next  dari Dentsply sampai X2 irigasi NaOCL 5 % diakhir dengan EDTA 17%

kontrol 1 bulan

drg-m-furqan-crack-tooth-x-ray-004

kontrol 6 bulan

and ready for new crown

 

 

thank for your attention see me next cases, there is no easy case all case are new case

drg. muhammad furqan rizal spkg

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment